Sampai 7 November 2010, 169 Pos Kesehatan layani pengungsi Merapi. Sebanyak 33 Pos di Prov. DIY melayani 6.573 pengungsi dan 136 Pos Kesehatan di Provinsi Jawa Tengah melayani 10.067 pengungsi. Dari kunjungan tersebut diketahui penyakit yang banyak diderita para korban adalah Infeksi Saluran pernapasan Akut (ISPA).
Untuk mendukung pelayanan kesehatan pengungsi, Kementerian Kesehatan mengirimkan bantuan, dana operasional Rp. 500 juta, Rp. 200 juta sudah diberikan, dengan rincian : Prov. Jawa Tengah Rp. 150 Juta, Prov. DIY Rp. 50 Juta sedangkan (Rp. 300 juta akan menyusul), rompi 20 buah, spanduk 8 buah, kantong mayat sebanyak 50 buah, obat-obatan 4 ton, masing-masing kabupaten diberikan 1 ton, MP-ASI 16 ton, masker 428.000 pcs, masker kain 10 boks, oxygen regulator 5 set, resuscitator baby 2 unit, venturi mask 10 buah, rebreathing mask dewasa 10 buah, rebreathing mask anak 5 buah, selimut 15 buah, sprey 25 lembar.
Sejak ditetapkan pada tingkat awas (level 4) pada 26 Oktober 2010 sampai hari ini (7/11) radius aman puncak gunung merapi mencapai lebih dari 20 km menyusul erupsi lanjutan yang sangat besar dengan radius luncuran awan panas semakin jauh yang terjadi pada 5 November 2010 pk. 01.00 – 06.00. Semakin bertambahnya material erupsi di sepanjang alur sungai yang berhulu dari puncak gunung merapi dan tingginya intensitas hujan di sekitarnya, berpotensi besar untuk terjadinya banjir lahar
Demikian laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang telah dihimpun Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan tanggal 7 November 2010 pk. 00.00 – 06.00 WIB
Saat ini pengungsi dipindahkan ketempat yang lebih aman, antara lain di Stadion Sepakbola Maguwo Mangunharjo dan Gelanggang Olahraga (GOR) Sleman. Total pengungsi saat ini berjumlah 178.323 orang (64.588 orang di Kab. Magelang, 3.974 di Kab. Boyolali, 53.511 di Kab. Klaten dan 54.153 di Kab. Sleman)
Sementara itu berdasarkan hasil pantauan PPK dari Dinkes Kab. Magelang, Kab. Klaten dan Kab. Boyolali di Prov. Jawa Tengah, Kab. Sleman Prov. DI Yogyakarta, Dinkes Prov. DI Yogyakarta dan PPK Regional Jawa Tengah tanggal 7 November 2010 pk.18.00 WIB, korban meninggal akibat letusan gunung merapi mencapai 152 orang (Kab. Sleman 129 orang, Kab. Magelang 11 orang, Kab Boyolali 3 orang, Kab. Klaten 9 orang). Sedangkan korban rawat inap 968 orang.
Upaya yang telah dilakukan Kementerian Kesehatan dalam penanganan masalah kesehatan akibat bencana, yaitu mendirikan Pos Kesehatan di setiap lokasi pengungsian, memberikan pelayanan kesehatan di Pos Kesehatan melakukan pendataan anak usia 5 – 29 bulan untuk dilakukan imunisasi campak, dan melakukan upaya kesehatan reproduksi.
Rumah sakit yang diperbantukan untuk melakukan pelayanan kesehatan bagi korban bencana letusan gunung merapi yaitu: RSUP Dr Sardjito, RS Panti Rapih, RS Bethesda, RS Bayangkara, RS Hardjo Lukito, PKU Muhammadiah I, PKU Muhammadiah II, RS DKT Yogyakarta, RS JIH, RS Panti Rini, RSUP Soeradji, RSI Manis Renggo, RSJ Soejarwadi, RSU Muntilan, RS N21, RSI Aisiyah, RSUD Tidar Magelang, RST Dr. Soedjono, dan RSUD Boyolali.(courtesy of depkes RI)


