Jemaah haji Indonesia mendapat pelayanan kesehatan mulai dari kelompok terbang (kloter), Balai Pengobahan Haji Indonesia (BPHI) dan pelayanan kesehatan di Sektor. Sampai dengan tanggal 07 November 2010 pkl 07.00 sebanyak 138.434 jemaah mendapat layanan kesehatan di Kloter, dengan 5 penyakit terbesar yaitu Acute Nasopharyngitis (22,89%), Acute Pharyngitis (11,89%), Hypertension (10,78%), Myalgia (9,32%) dan Influenza (7,34%).
Selain itu, jumlah jemaah haji yang mendapat rawat jalan di BPHI dan sektor 734 orang dengan penyakit Myalgia (14,55%), Hypertension (14,55%) dan Acute Pharyngitis (11,27%). Sedang rawat inap di BPHI dan sektor 374 orang, dengan penyakit terbanyak Hypertension, Acute dan Transient Psychotic Disorder serta Unspecified Chronic Bronchitis.
Jemaah wafat sebanyak 71 orang dengan perincian 8 orang meninggal di embarkasi (Surabaya 4 orang, Medan 2 orang, Jawa Barat 2 orang) dan 66 orang di Arab Saudi (Jeddah 3 orang, Madinah 26 orang, Mekah 37 orang).
Saat ini jumlah jemaah yang sudah diberangkatkan sebanyak 198.245 (85,58%), dengan berada di Jeddah 3.014 orang dan Mekkah 173.693 orang, sedang yang dalam perjalanan menuju tanah suci 2.434 orang (6 kloter).
Untuk tetap menjaga kesehatan, kepada para jemaah disarankan beristirahat yang cukup, makan makanan dengan menu seimbang, banyak makan buah, sayur dan minum air putih, menggunakan masker dan jangan lupa menggunakan pelembab kulit.
Saat ini suhu dan kelembapan udara di Mekkah (min 27, max 39, lembap 69%, kec.angin (ALM) dan Madinah (min 22, max 34, lembap 20%, kec.angin (ALM). (courtesy of depkes RI)


